Update Peta Kehidupan

Kata Alkitab / 28 January 2016

Kalangan Sendiri
Update Peta Kehidupan
Sumber: www.discoveryplace.info
Theresia Karo Karo Official Writer
5013

Seseorang atasan pernah bertanya demikian kepada beberapa peserta pelatihan di sebuah perusahaan. “Misalnya Anda bangun terlambat menuju bandara. Setelah berpikir secara logika, jelas bahwa Anda tidak bisa mengejar jam keberangkatan. Meski begitu, Anda tetap teruskan perjalanan ke bandara. Lalu Anda jutsru terjebak kemacetan. Anda anggap ini sial atau beruntung?

Peserta serentak menjawab, “Sial pak. Sudah bangun telat, kena macet pula”.

“Kejutan, ternyata pesawat Anda mengalami delay hingga 4 jam. Sehingga Anda tidak ketinggalan pesawatnya. Di sini Anda merasa sial atau beruntung?” Tanya atasannya kembali saat melanjutkan ilustrasinya.
Kali ini peserta menjawab berbeda, “Wah ya beruntung pak”.

Atasan tadi pun kembali memaparkan situasi selanjutnya. “Saat berada ruang tunggu, Anda melihat seseorang yang tengah mengejar kerjasama bisnis. Dan kalau terlambat, dia kehilangan proyek bernilai milyaran rupiah. Gara-gara penerbangannya delay, dia kehilangan proyek tersebut. Menurut Anda, orang itu sial atau beruntung?”

“Sial pak,” jawab peserta.

Mendengar itu, pria tadi kemudian berkata, “Ternyata yang memenangkan proyek itu adalah kenalannya. Dan beberapa bulan kemudian dia tahu bahwa temannya kena tipu milyaran rupiah dari proyek tadi. Gara-gara pesawat delay 4 jam, orang tersebut tidak jadi kena tipu. Orang itu sial atau beruntung?”

“Ya beruntung pak” jawab mereka lagi.

Ilustrasi di atas memperlihatkan kita bahwa sebenarnya penilaian kita atas sebuah peristiwa bisa berubah bahkan berbalik 180 derajat seiring waktu. Semua dikembalikan lagi pada bagaimana cara kita menilai seseorang atau keadaan.

Justru saat kaku dalam menilai, penderitaan bermula dari sana. Karena terus memegang penilaian atas sebuah peristiwa yang tidak mengenakkan dan menutup mata terhadap peristiwa selanjutnya.

Atau dengan kata lain, kita kerap melihat orang dengan ‘peta’ penilaian jadul dan menilai peristiwa dengan peta yang kadaluarsa. Tanpa kita sadar bahwa peristiwa yang sebelumnya dianggap sebagai penderitaan, bisa jadi adalah hal yang disyukuri di masa depan.

Apa kita akan tetap memegang erat ‘peta lama’? Mari update peta kehidupan kita, sebelum tersesat dan kehilangan arah!

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik di sini.

Sumber : Jawaban.com | Theresia Karo karo
Kalangan Sendiri
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?